Tuesday, July 31, 2012

Mengenali Akun Palsu di Facebook


Pernah melihat foto profil pengguna Facebook perempuan yang sangat atraktif? Punya teman perempuan dengan foto profil mengundang syahwat? Hati-hati mana tahu akun tersebut merupakan akun palsu yang berpotensi merugikan anda.

Bila kita lihat lebih jauh ada dua kategori akun palsu di Facebook. Pertama akun palsu yang memang sengaja dibuat pengguna biasa. Artinya akun ini tidak memiliki pengguna yang sebenarnya, tetapi berada dan beraktifitas di Facebook. Misalnya sebuah akun dengan nama Alice Taylor, akun ini dibuat dengan sengaja, namun pengguna sebenarnya bukanlah bernama Alice Taylor.

Kedua akun palsu orang terkenal/selebritis, tokoh atau yang memiliki nilai jual tinggi tertentu. Akun seperti ini dibuat dengan menggunakan nama seseorang yang bisa mendatangkan keuntungan tertentu. Misalnya seseorang yang sama sekali tidak beraktiftas di Facebook, tetapi namanya dicatut dan digunakan seseorang untuk beraktiftas di Facebook. Akun ini nama sebenarnya adalah nama di Facebook tersebut, namun dioperasikan oleh orang yang berbeda tanpa sepengetahuan yang punya nama. Mungkin juga pengguna dengan nama tersebut beraktifitas di Facebook, tetapi akunnya digandakan, artinya namanya sama dengan tujuan menipu atau tujuan lainnya.

Akun Palsu
Facebook tidak menolak kenyataan bahwa penggunanya ada yang palsu. Laporan beberapa waktu yang lalu menunjukkan paling tidak (artinya minimal) 5-6% akun Facebook adalah palsu. Jika kita cari jumlahnya, dengan pengguna katakanlah 950 juta saat ini, artinya ada minimal 57 juta akun palsu berada di Facebook. Jumlah ini sangat besar dan kemungkinan buruk yang mungkin diakibatkannya juga besar.

Tentu pertanyaan bagaimana caranya terhindar dari akun palsu yang sangat banyak di Facebook. Salah satunya adalah mengenali ciri-ciri akun palsu tersebut. Barracuda Networks, sebuah perusahaan jasa keamanan menjabarkan ciri-ciri akun palsu di Facebook hasil temuan mereka, yaitu sebagai berikut.

1. Akun palsu sebagian besar mengaku Biseksual. 60% akun palsu tersebut mengaku Biseksual, bandingkan dengan akun asli yang hanya sepersepuluh. Ini artinya akun palsu yang mengaku Biseksual 10 kali lebih besar dibandingkan akun asli.
2. Akun palsu cenderung punya sangat banyak teman, lebih dari enam kali pengguna asli. Rata-rata akun palsu memiliki teman 726 (orang), sedangkan akun asli rata-rata hanya punya teman 130 (orang).
3. Akun palsu cenderung lebih banyak melakukan photo tagging dibandingkan dengan akun asli. Akun palsu melakukan photo tagging seratus kali lebih banyak dibandingkan akun asli. Rata-rata dalam setiap empat foto, akun palsu melakukan photo tagging sebanyak 136 kali, bandingkan dengan akun asli yang hanya satu kali.
4. Hati-hati akun perempuan. Sebagian besar akun palsu di Facebook (97%) mengaku diri mereka berjenis kelamin perempuan.

Selain penemuan di atas, ada beberapa ciri akun palsu yang lain, sejauh pengamatan yang dilakukan di Facebook. Pertama akun dengan foto perempuan dewasa dengan foto profil “HOT” atau memakai pakaian secuil. Foto profil tersebut memang sengaja dipasang sedemikian rupa untuk memancing klik terutama dari laki-laki. Apalagi bila dihubungkan dengan kenyataan bahwa akun palsu banyak yang biseksual, tidak tertutup kemungkinan  yang biseksual akan melakukan klik dan berteman dengan akun tersebut.

Kedua jika dilihat biografinya cenderung tidak lengkap atau melebih-lebihkan. Dan biasanya foto profil akun tersebut dapat dilihat di situ-situs porno atau dewasa.

Akun yang Dipalsukan
Berbeda dengan akun palsu, akun yang dipalsukan memiliki tendensi yang berbeda, namun bisa saja tujuannya sama, yaitu keuntungan bagi yang mengoperasikan akun tersebut. Sebuah artikel di Business Insider mengupas kenyataan bahwa Facebook lebih menghargai akun yang dipalsukan dibandingkan mereka yang terkena pemalsuan. Artinya Facebook menghargai mereka yang membuat akun lebih dulu di Facebook dibandingkan mereka yang mengklaim bahwa akun tersebut merupakan akun palsu dan harus dihapus dari Facebook.

Jika nama anda dan alamat lengkap anda serta profesi anda (dan jika kebetulan anda orang terkenal), namun tidak menggunakan Facebook atau menggunakannya, bisa saja nama anda dipalsukan. Sialnya jika anda ingin mengklaim sebuah akun tertentu merupakan pemalsuan dari diri anda atau akun anda, anda harus mengirimkan data-data pribadi anda yang telah anda scan ke Facebook.

Apa artinya? Anda dipaksa oleh Facebook mengirim data pribadi anda yang sangat rahasia seperti KTP atau paspor atau SIM agar kemudian Facebook punya alasan untuk menghapus orang yang telah memalsukan akun atau nama anda. Coba kita baca kutipan berikut ini:
In order to get the fake removed, Facebook required an uploaded scan of a government issued I.D. that shows a photo and birthdate (for example, a driver’s license or passport).

Facebook suggests one black out the most sensitive information and claims it will delete this scanned information from its servers once identity has been verified.
In other words, after an impostor faked my identity, I was the one that had to put myself further at risk by providing a verifiable scanned government I.D. to prove I had the right to complain about the fraud enabled by Facebook.
Tentu saja, Facebook dapat menggunakan data pribadi anda yang sensitif tersebut untuk kepentingan bisnisnya, layaknya jutaan akun pengguna Facebook lainnya. Ini artinya, sebenarnya Facebook lebih berkenan menerima sesuatu yang palsu asal berada di Facebook daripada yang asli namun berada di luar Facebook. Hal ini tentu logis terkait bisnis Facebook yang memang menjual data-data penggunanya kepada pengiklan.

So, masih berpikir berada di Facebook? Bagi anda tentu ada 1001 alasan untuk tetap berada di Facebook dan bagi banyak orang lainnya ada juga 1001 alasan untuk tidak berada di Facebook.
#ThinkSmart

BukBer, Berbagi Bersama Blue Bird Group dan Rumah Harapan

BukBer Blue Bird Group Di sela-sela kesibukan, dua hari yang lalu saya sempatkan untuk hadir di Buka Bersama (BukBer) Blue Bird Group y...