Tuesday, July 31, 2012

Apa Perlu Memboikot Apple Inc.?


Beberapa waktu yang lalu, selama tiga hari lebih trending topic di Google Plus memunculkan hastag yang sama, yaitu boycottapple. Tidak tahu benar, siapa yang memulai aksi membuat hastag tersebut. Hal yang sudah pasti, ternyata hastag tersebut kemudian menjadi trending topic dan sampai detik ini terus bertambah dan memenuhi stream  di Google Plus. Kebetulan, karena genre saya kepada hal-hal yang dekat dengan internet dan gadget dan mengikuti sekian banyak mereka yang ahli dalam bidang tersebut, tentu saja hal sesuatu yang terkait dengan Apple Inc. akan muncul di stream.

Pertama sekali tentu kita bertanya, mengapa muncul gerakan atau stream dengan hastag boycottapple tersebut. Bila anda akrab dengan berita litigas paten antara dua penguasa pasar smartphone saat ini, yaitu Apple Inc. dan Samsung hal ini mungkin tidak aneh.
Beberapa hari yang lalu, jaksa di pengadilan California Selatan,  Lucy Koh, menyetujui pelarangan sementara smartphone Samsung Galaxy Nexus dari penjualan di Amerika Serikat.  Lucy Koh sebagaimana dikutip oleh slashgear dan banyak media lainnya serta Foss Patent mengatakan:
“Apple has articulated a plausible theory of irreparable harm” in its argument against Samsung and the Galaxy Nexus, because of “long-term loss of market share” along with “losses of downstream sales.” The patent in question is the so-called ’604 Siri-style quick search patent, which describes a system “using a plurality of heuristic algorithms to operate upon information descriptors input by the user, the present invention locates and displays candidate items of information for selection and/or retrieval … Thus, the advantages of a search engine can be exploited, while listing only relevant object candidate items of information.”
Dalam uraian di atas Lucy Koh menyetujui bahwa fitur search atau lebih tepatnya voice search layaknya Siri yang ada di Galaxy Nexus menyalahi paten 604 milik Apple Inc. Sebenarnya Apple Inc. mengajukan empat penyalahagunaan paten ke pengadilan, tiga lainnya adalah slide-to-unlock, data tapping dan autocorrect. Namun yang digunakan Lucy Koh untuk melarang beredarnya adalah paten yang terkait dengan Siri.

Atas dasar hal inilah muncul hastag boycottapple di Google Plus. Bila dilihat, hastag boycottapple tersebut ternyata tidak semata menyalahkan Apple Inc, yang dalam hal ini sementara menjadi pemenang dalam perang paten dengan Samsung dan juga Google. Kita tahu, Galaxy Nexus merupakan smartphone flagship dari Google sehingga pelarangan ini sekaligus merupakan cara membawa Google untuk lebih head to head dengan Apple Inc di perang paten.

Beberapa stream tentang boycottapple tersebut juga menyalahkan sistem paten Amerika Serikat yang sudah ketinggalan. Tidak tahu benar, mengapa dikatakan demikian, tetapi ada beberapa stream yang mengajak untuk menandatangani petisi untuk dilakukannya reformasi undang-undang paten di Amerika Serikat.

Bila kita lihat keberhasilan Apple Inc dalam perang paten dengan Samsung baru kali ini, sekaligus yang terbesar dan membawa dampak yang tidak sedikit bagi Samsung dan Google. Bagi Samsung, tentu saja penjualan Galaxy Nexus untuk sementara dihentikan di Amerika Serikat. Jika terus berlanjut tentu saja akan memengaruhi penjualan mereka. Bagi Google hal ini merupakan kekalahan telak karena mereka dikalahkan dengan paten voice search ala Siri, padahal mereka tengah menyempurnakan voice assistant milik mereka sendiri yang diberi nama Google Now untuk Android terbaru, Jelly Bean.

Google Now merupakan pencarian dengan metode suara terbaru dari Google dan ada di Android Jelly Bean yang rencananya akan dimasukkan ke Galaxy Nexus. Artinya smartphone pertama yang mendapat jatah upgrade dari Ice Cream Sandwich ke Jelly Bean adalah Galaxy Nexus. Hal ini karena smartphone ini benar-benar rasa Google dan Samsung hanya dimintakan untuk memproduksinya (berbeda dengan Galaxy S 3 yang benar-benar didesain oleh Samsung sendiri).

Dikabarkan fitur pencarian Google Now ini sudah diuji coba oleh seorang fanboy Apple Inc. dan berhasil mengalahkan Siri secara telak. Google Now memberikan ketepatan jawaban 86%, sedangkan Siri hanya 62%. Ini artinya voice search ala Google ini lebih baik. Namun karena Galaxy Nexus dilarang dijual di AS untuk sementara waktu, Google tentu saja tidak bisa melakukan upgrade terhadap Galaxy Nexus dan hanya bisa dilakukan kepada Galaxy Nexus yang sudah terjual sebelumnya. Ini sama artinya Apple Inc. berhasil (mungkin sebagian) memblok fitur lawan potensial dari Siri.

Dengan dibloknya penjualan Galaxy Nexus, di sisi konsumen tentu saja sebuah kerugian. Tidak dipungkiri bahwa Galaxy Nexus ini merupakan smartphone rasa Google terbaik hingga saat ini. Konsumen tidak akan bisa membeli Galaxy Nexus dan merasakan pengalaman menggunakan smartphone tersebut beserta Android terbaru Jelly Bean dan fitur Google Now. Hal ini mendasari reaksi konsumen khususnya di Amerika Serika melakukan boycottapple melalui Google Plus.

Penjualan Perdana Galaxy Note8 Tandai Peresmian Galaxy International Experience Store Terbesar se-Asia Tenggara

Pengguntingan pita tanda dibukanya Galaxy International Experience Store Pada tanggal 29 September yang lalu, Samsung Electronics Ind...