Wednesday, November 9, 2011

Huawei Jadi Target Royalti Paten Microsoft


Huawei, sumber: bgr.com
Microsoft terus menjalankan kebijakan royalti paten terhadap vendor yang memproduksi smartphone berbasis Android. Target terbaru mereka adalah raksasa telekomunikasi asal China, Huawei. Sebelumnya Microsoft berhasil meminta pembayaran royalti paten dari Samsung, HTC, Acer, Quanta Computer, dan beberapa vendor Android lainnya. Seperti pernah dituliskan sebelumnya, diperkirakan sekitar 444 juta dollar AS (angka paling minimal), pemasukan Microsoft berasal dari royalti paten ini. Google sendiri sebagai pemilik Android menganggap taktik Microsoft ini merupakan salah satu cara untuk menghambat laju Android. Google mengatakan, ketika Microsoft berhenti berinovasi dan tidak menghasilkan apa-apa, mereka memaksakan royalti paten kepada vendor Android.

Sebenarnya cara yang ditempuh oleh Microsoft ini lebih moderat daripada yang dilakukan oleh Apple Inc. dimana di setiap kasus litigasi paten Apple Inc. meminta penangguhan penjualan smartphone atau tablet yang mereka adukan ke pengadilan. Samsung telah mengalami penanggguhan di Australia dan Jerman untuk Samsung Galaxy Tab 10,1 dan 7,7 dan smartphone Galaxy di Belanda. Bahkan dalam buku terbaru tentang Steve Jobs karya Walter Isaacson disebutkan bahwa Steve Jobs akan menggunakan setiap sen kas yang dimiliki Apple Inc. untuk menghentikan Android yang diklaimnya sebagai produk curian.

Kembali ke Microsoft, Huawei telah mengkonfirmasi bahwa Microsoft telah meminta bayaran atau royalti atas hak kekayaan intelektual mereka yang digunakan oleh Huawei di dalam produknya seperti smartphone.guardian.co.uk dan bbc.co.uk dan bgr.com melaporkan Huawei telah mengkonfirmasi bahwa Microsoft menuntut pembayaran royalti  atas produk-produk mereka yang menggunakan perangkat lunak Android. Victor Xu  Chief Marketing Officer  Huawei Devices mengatakan kepada Guardian bahwa perundingan sedang berlangsung atas lisensi paten tertentu yang diklaim Microsoft di perangkat  Android buatan Huawei.

Xu menjelaskan bahwa Huawei menghargai hak kekayaan intelektual perusahaan lain, namun mereka sendiri memiliki 65.000 paten di seluruh dunia. Huawei memiliki cukup banyak paten untuk melindungi kepentingan mereka. Jika nantinya Huawei juga setuju untuk membayarkan royalti kepada Microsoft, ini berarti semakin banyak vendor Android yang menyerah kepada Microsoft. Dengan demikian, akan tinggal satu vendor besar Android yang kini tengah berperang paten dengan Microsoft, yaitu Motorola Mobility yang tidak kunjung melakukan kesepakatan paten dengan Microsoft. Dan tampaknya kesepakatan royalti paten dengan Microsoft tidak akan pernah terjadi jika Google berhasil mengakuisisi Motorola Mobility untuk harga 12,5 miliar dollar.

ASUS Rilis ASUS ROG GX800, Notebook Gaming Seharga Mobil

ASUS ROG GX800 Seberapa mahal sebuah notebook yang pernah Anda beli? Rp25 juta? atau Rp50 juta? Pernah dengar sebelumnya sebuah noteboo...