Monday, October 17, 2011

Alasan Mengapa Nokia N9 Meego Tidak akan Laku di Pasar

Nokia N9 Meego, sumber: legadgeteer.com
Beberapa hari yang lalu, smartphone terbaru Nokia, N9 yang berbasis Meego mulai dijual di pasar. Salah satu pasar yang menjualnya adalah Singapura dengan kisaran harga 799 dolar Singapura (sekitar 5,5 juta rupiah) untuk kapasitas 16 GB dan 899 dolar Singapura (sekitar 6,2 juta rupiah). Nokia N9 sebagaimana diwartakan oleh situs Nokia hadir dengan layar sentuh yang besar dan kaca tahan gores. Menggunakan OS MeeGo khusus untuk Nokia N9, smartphone ini memiliki RAM 1 GB disamping pilihan memori internal 16 GB atau 64 GB. Fitur NFC dan kamera 8 MP berlensa Carl Zeiss.

Dilihat dari sisi desain, Nokia N9 memberikan desain yang sama sekali baru, tipis dengan full touchscreen. Spesifikasi hardware, Nokia N9 dilengkapi dengan prosesor TI OMAP 3630 1 GHz, GPU PowerVR SGX530 dan kamera 8MP dengan teknologi optik Carl Zeiss, autofocus, dual LED flash, dan kemampuan merekam video HD (720p). Selain itu, layar AMOLED touchscreen  3,9 inci dengan resolusi 480x854 piksel yang dilindungi dengan Gorilla glass. 

Dengan Nokia N9 ini setidaknya Nokia sudah mulai menunjukkan bahwa mereka juga cukup maju dalam OS smartphone. Namun sayangnya, N9 adalah smartphone berbasis Meego pertama dan terakhir. Ini artinya Nokia hanya memberikan jaminan aplikasi dan update untuk beberapa tahun saja, yaitu sampai dengan 2015. Keputusan ini karena Nokia telah beralih secara resmi ke Windows Phone yang diperkirakan akan diluncurkan di akhir bulan ini.

Tentunya banyak orang yang ingin membeli Nokia N9 ini. Namun sebelum memutuskan untuk membeli ada perlunya melihat beberapa faktor berikut ini.

Pertama, sebelum memutuskan membeli Nokia N9 perlu diperhatikan ketersediaan update dan apliaksi ini. Konsumen tentu saja menginginkan jaminan yang sangat lama terhadap ketersediaan update dan aplikasi. Dengan hanya memberikan jaminan sampai tahun 2015, artinya N9 menjadi tidak menarik bagi sebagian konsumen. Hal ini akan menjadi pertimbangan konsumen karena smartphone yang lain seperti smartphone Android dari Samsung, HTC, dan Motorola, serta iPhone dan BlackBerry menjamin ketersediaan aplikasi sepanjang tahun. Artinya tidak mematok tahun tertentu. Pertanyaannya setelah tahun 2015, N9 yang dibeli dengan harga cukup mahal tersebut apakah masih bisa berfungsi dengan baik dan tidak terlalu ketinggalan jaman dengan smartphone yang diluncurkan di tahun 2015 tersebut.

Kedua, kemungkinan Nokia N9 hanyalah produk percobaan dan melihat selera pasar. Nokia N9 dikabarkan tidak dijual di semua negara, hanya negara tertentu saja yang menurut pertimbangan Nokia perlu untuk meluncurkan N9. Indonesia dan Singapura adalah negara yang dipilih oleh Nokia untuk pemasaran N9 ini, sedangkan Inggris dan Amerika sepertinya N9 tidak diluncurkan. Dengan coverage yang terbatas ini, tentu saja menimbulkan pertanyaan bahwa N9 ditujukan untuk melihat seberapa jauh selera pasar telah berubah semenjak Nokia meninggalkan Symbian di bulan Februari 2011 yang lalu. 

Ketiga, OS yang belum teruji ketangguhannya. Meego banyak mendapat pujian, namun pertanyaannya mengapa Nokia hanya meluncurkan satu saja produk yang berbasis Meego? Seperti alasan nomor dua di atas, OS Meego merupakan OS yang sama sekali baru dan belum teruji benar. Kehebatan Meego baru sebatas percobaan, belum dipakai konsumen sehingga konsumen tidak mau mengambil risiko membeli N9 hanya untuk mengalami banyak masalah. Hal ini tentu saja berbeda dengan OS lain yang sudah lama di pasar seperti Android, iOS dan BlackBerry. OS yang baru ini tentu juga perlu terus mendapatkan perbaikan, dengan janji ketersediaan update hanya sampai 2015, konsumen berisiko membeli smartphone mahal untuk kemudian tertinggal oleh smartphone yang lahir belakangan.

Keempat, soal harga. Jika di Singapura saja harganya sampai 5,5 juta rupiah untuk 16 GB dan 6,2 juta rupiah untuk 32 GB, berapa harga di Indonesia? Mungkin sekitar 6 juta untuk 16 GB dan 6,7 juta untuk 32 GB. Dengan harga tersebut tentunya konsumen akan berpikir cukup keras untuk memutuskan pembelian melihat harga smartphone lain cukup bersaing dengan spesikasi yang sama atau lebih baik. Coba kita bandingkan dengan smartphone BlackBerry atau iPhone 4. Belum lagi dengan smartphone Android yang berharga sangat jauh di bawah N9 ini. Persoalan harga ini menjadi sangat penting karena pasar sekarang ini banyak dimasuki oleh smartphone dengan harga cukup murah. Apalagi konsumen Indonesia, yang sangat peduli dengan faktor harga. 

Kelima, spesifikasi dan tambahan layanan. Bila kita lihat pasar smartphone saat ini sangat tergantung dengan aplikasi. Selain itu beberapa fitur tertentu seperti BBM di BlackBerry menjadi faktor yang sangat berpengaruh dalam memutuskan pembelian. Bila kita kita lihat N9 Meego kemampuan yang ditawarkan adalah HSDPA hingga 14,4 mb. Spesifikasi ini sebenarnya sama dengan yang ada di iPhone terbaru, yaitu 4S. Namun tentu saja iPhone 4S memliki keuntungan dengan adanya aplikasi Siri untuk mengetahui banyak hal seperti harga saham, cuaca dan lainnya dengan hanya memberikan pertanyaan kepada iPhone 4S. Selain itu layanan tambahan seperti Apps Store menjadikan iPhone lebih diunggulkan. Demikian juga dengan BlackBerry yang memiliki fitur chatting BBM. Sedangkan Nokia N9 tidak memiliki fitur khusus seperti ini. Berbeda dengan BBM yang sudah menjadi default di BlackBerry.

Saya rasa lima faktor tersebut akan cukup berpengaruh kepada konsumen untuk menentukan apakah akan membeli N9 Meego atau tidak. Seharusnya karena N9 ini merupakan satu-satunya smartphone berbasis Meego, Nokia harus lebih berani memberikan harga yang jauh lebih murah dibandingkan dengan smartphone pesaing lainnya. Harga lebih dari 6 juta dan hanya untuk dua tahun kemudian akan tertinggal teknologinya terasa cukup mahal. 

Naik Kereta Api Argo Parahyangan Ekonomi Premium Tuuut Tuuut Tuuut Siapa Hendak Turut Dari Bandung ke Jakarta

Gerbong Kereta Argo Parahyangan Ekonomi Premium Satu hal yang saya senangi kalau bepergian, baik untuk mengurus urusan ini maupun urusa...