Thursday, September 22, 2011

Sebab Foto Telanjang Scarlett Johansson Beredar Luas di Internet

Sumber: Gizmodo
Beberapa waktu yang lalu, artis cantik Scarlett Johansson tertimpa masalah. Foto-foto yang ada di file ponselnya yang kebanyakan tanpa busana beredar di internet tanpa sepengatahuannya. Sebagaimana banyak diberitakan media, ScarJo's mengatakan bahwa ia merasa ponselnya dibajak sehingga foto-foto pribadinya yang ada di file ponsel tersebut bisa dicuri dan diedarkan secara luas di internet.
ScarJo's sendiri sudah meminta FBI untuk menginvestigasi masalah yang menimpa dirinya ini. Namun tentu saja pertanyaan yang muncul adalah mengapa ponselnya bisa dibajak sehingga kemudian foto-foto bugilnya yang ada di ponsel tersebut disebarluaskan di internet?



Gizmodo melaporkan bahwa bila anda seorang selebriti, lalu mengambil foto diri anda sedang telanjang, maka siap-siaplah menerima risiko foto-foto tersebut tersebar luas di internet. Orang-orang sangat ingin melihat selebritis telanjang, maka sehendaknyalah para selebriti tersebut lebih berhati-hati, bahkan bila seorang selebriti mengambil foto pribadinya di dalam benteng, orang lain akan menemukannya.
Sampai sekarang belum jelas benar, mengapa foto ScarlettJo yang berada di ponselnya, yang tentunya hanya dirinya sendiri yang memegangnya, bisa beredar luas di internet. Setelah beredarnya foto telanjang tersebut, sangat banyak orang melakukan pencarian di internet sehingga menurut catatan Google Insight, terjadi lonjakan sebesar 4.000% pencarian dengan frase Scarlett Johansson sampai tanggal 19 September 2011 yang lalu.
Sebuah artikel lain di Gizmodo menjelaskan satu kemungkinan sebab beredarnya foto telanjang ScarlettJo di internet tanpa sepengetahuannya. Menurut Gabriel Landau, prinsipal analis di Independent Security Evaluators, mengatakan kemungkinan ScarlettJo melakukan klik pada link yang berbahaya (malicious link) yang muncul di ponselnya. Link berbahaya ini bisa saja berasal dari orang yang tidak dikenal, kemudian ScarlettJo, sengaja atau tidak mengklik link tersebut sehingga kemudian ponselnya bisa dibajak.
Namun tentu saja sangat sulit menentukan apakah suatu URL berbahaya atau tidak, apalagi mungkin URL tersebut dikirimkan seolah-olah dari teman dan memakai penyingkat URL ( URL shorterners) yang sangat bagus untuk menutupi URL yang sebenarnya.
Nah sekali saja mengklik URL berbahaya ini, web browser ponsel dan sistem operasinya akan disusupi oleh  file jahat yang menyebar dari situs yang sebelumnya dibuka ke ponsel ScarlettJo kemudian bisa menambahkan kode ke browser web ponsel dan sistem operasi ponsel. Kode tersebut bisa membujuk ScarlettJo untuk melakukan hal-hal yang biasanya tidak ingin lakukan, seperti pengiriman foto ke seseorang (penerima) secara tidak disengaja.
Sumber: Gizmodo
Sebagai pemegang ponsel, tentunya hanya pemiliknya yang memegang ponsel tersebut sehingga kecil kemungkinan orang lain mengambil foto ScarJo's secara langsung dari ponselnya. Dengan demikian apa yang dikemukan oleh Gabriel Landau ini bisa jadi benar. Tampaknya (dan ini tentunya perlu melihat ke aktivitas ScarJo's di ponselnya) ScarJo's telah terjebak untuk mengklik malicous link (URL) sehingga kemudian ponselnya disusupi file jahat yang kemudian bisa menyebabkan ScarJo's sendiri melakukan pengiriman gambar secara sengaja atau tidak ke penerima yang tidak dikenal sebelumnya.
Kemungkinan lain yang lebih rasional adalah seseorang masuk ke layanan online tempat foto-foto tersebut disimpan, jadi bukan ponsel ScarJo's itu sendiri yang menjadi sasaran. Misalnya jika ScarJo's mengirimkan foto-foto tersebut ke seseorang yang ia percaya melalui email, atau menggunakan layanan photo sync untuk mengirimkan foto-foto tersebut ke layanan berbasis cloud agar foto-fotor tersebut bisa di-share. Sayangnya  mungkin ada hal yang bisa membuat hacker masuk ke tempat menyimpan foto tersebut misalnya password yang sederhana atau kelemahan keamanan lainnya sehingga dengan mudah diterobos hacker dan kemudian foto tersebut disebarkan. 
Selain itu adanya kelemahan dalam layanan berbasis cloud. Menurut Chester Wisniewski,  penasihat keamanan Senior di Sophos, layanan cloud ibarat pedang bermata dua. Di satu sisi sangat memudahkan pengguna karena bisa berbagi banyak hal seperti musik, foto dan lainnya dengan banyak orang, artinya membuat hidup lebih mudah, namun hidup lebih mudah ini juga berarti lebih mudah bagi orang lain untuk dapat mengakses hidup kita.
Apa pelajaran yang bisa diambil dari kejadian ini?
Bila anda memiliki ponsel kamera, baik dari kelas paling rendah sampai dengan ber-megapiksel besar, tidak disarankan untuk mengambil gambar anda yang sedang telanjang  atau gambar tidak layak lainnya (apalagi bila anda seorang selebriti) dengan kamera ponsel tersebut karena berbagai kemungkinan bisa menyebabkan foto-foto anda tersebut tanpa anda ketahui bisa berpindah tangan. 
Sumber: Gizmodo

BukBer, Berbagi Bersama Blue Bird Group dan Rumah Harapan

BukBer Blue Bird Group Di sela-sela kesibukan, dua hari yang lalu saya sempatkan untuk hadir di Buka Bersama (BukBer) Blue Bird Group y...