Wednesday, September 21, 2011

Penjualan BlackBerry dan Tablet Playbook Jeblok


Tablet BlackBerry PlayBook , sumber gambar bgr.com


Research In Motion, RIM menuai hasil negatif di kuartal kedua tahun 2011 ini. Dilaporkan olehbgr.com, meskipun memperoleh peningkatan pelanggan baru sekitar 40% dari tahun 2010 yang lalu, namun laba bersih mengalami penurunan drastis sebesar 60%. Margin keuntungan turun, harga smartphone BlackBerry mengalami penurunan sehingga berakibat RIM kehilangan kas lebih dari setengah dari kas yang diproleh di kuartal pertama.
Menurut Horace Dediu seorang analis independen yang menulis di blog Asymco, kemungkinan market share RIM di seluruh dunia akan turun menjadi hanya satu digit di kuartal terakhir tahun 2011 nanti. RIM hanya mampu mengapalkan 10,6 juta handset BlackBerry di kuartal kedua ini dari perkiraan 11 sampai dengan 12,5 juta handset. Bahkan jumlah yang dikapalkan RIM tersebut masih lebih rendah dari perkiraan konservatif para analis.
Masih menurut Dediu, jumlah 10,6 juta handset BlackBerry yang dikapalkan oleh RIM kurang dari setengah dari yang dikapalkan oleh Apple Inc. atau Samsung di kuartal pertama. Jumlah tersebut juga lebih rendah dari jumlah smartphone yang dijual oleh HTC. Ia memperkirakan RIM akan turun peringkat dalan daftar vendor penghasil smartphone menjadi posisi kelima.


Meskipun jumlah pengguna RIM meningkat menjadi 70 juta di bulan Agustus 2011 ini dan merupakan jumlah tertinggi selama sejarah, penjualan handset BlackBerry mengalami penurunan 11% dibandingkan dengan kuartal pertama tahun 2010 yang lalu. Menurut data dari Gartner, saat ini BlackBerry menguasai 11,7% pangsa pasar smartphone. Tentunya pangsa pasar yang hanya 11,7% tersebut tidaklah cukup bagus bagi perusahaan yang menjadi pendorong tumbuhnya pasar smartphone. Apalagi melihat Android yang baru sekitar dua tahun penuh berada di pasar kini sudah mencakup sekitar 43% pangsa pasar smartphone.
bgr.com juga melaporkan bahwa  pendapatan dan EPS RIM meleset dari perkiraan semula. Pendapatan RIM di kuartal kedua ini hanya 4,17 miliar dollar dan pendapatan per saham (EPS) menjadi hanya 0,80 dollar. Sebelumnya RIM memperkirakan pendapatan sebesar 4,2 - 4,5 miliar dollar AS dan EPS antara 0,7 dan 1,05 dollar.
Hal yang cukup mengkhawatirkan adalah penurunan penjualan tablet BlackBerry Playbook yang sangat sangat tajam. Pada kuartal pertama yang lalu RIM berhasil menjual 500.000 unit tablet PlayBook, namun di kuartal ini jumlah yang terjual terjun bebas ke angka 200.000 unit. Angka ini kurang dari setengah yang diperkirakan oleh analis (analis memperkirakan PlayBook akan terjual sekitar 700.000 unit).
Jim Balsillie, co-CEO RIM mengatakan perlambatan yang terjadi di kuartal pertama tahun 2011 ini terus berlanjut di kuartal kedua. Keterlambatan produk sampai ke pasar membuat hal ini makin menjadi kenyataan. RIM, menurutnya akan segera memulai perampingan usaha perusahaan yang di dalamnya akan mengikutsertakan PHK.
RIM sebagaimana diperkirakan analis memang sangat terlambat dalam menghasilkan produk baru, baik berupa smartphone maupun tablet.Walaupun kemudian meluncurkan PlayBook sambutan pasar tidaklah bagus karena keberadaan iPad dan berbagai tablet Android yang harganya sangat bersaing.
Handset BlackBerry terbaru yang diluncurkan pada bulan Agustus yang lalu mungkin bisa menyelamatkan RIM dari kemunduran usaha lebih jauh. Sejauh ini memang belum ada laporan yang pasti berapa banyak handset tersebut terjual setelah peluncuranya di bulan Agustus yang lalu. Namun di Indonesia sendiri, Indosat sebagai salah satu pihak yang menjual BlackBerry secara langsung memperkirakan dalam seminggu ke depan bisa menjual paling tidak 50.000 BlackBerry 9900 atau Dakota.
Sumberbgr.com

Ke Bengkulu Ngopi Sambil Menikmati Sunset dan Jejak di Fort Marlborough

Welcome to Bengkulu Ke Bengkulu untuk ngopi? Bengkulu cukup dekat dari Jakarta, hanya memakan waktu 50 menit jika menggunakan pesawa...