Thursday, September 22, 2011

Cari Selingkuhan dan Jodoh di Facebook


pinewswire.net

Seorang teman keluarga berinisial Y, sudah punya anak dan sedang digantung hubungannya oleh suaminya, sedang kasmaran di Facebook. Y tidak secara resmi cerai, namun tidak juga hidup bersama suami. Mungkin sebuah cerai diam-diam. Ia pengguna Facebook yang sangat aktif. Baru-baru ini ia berkenalan dengan seorang warga Facebook lainnya, laki-laki, mengaku tinggal di kawasan Timur Tengah.

Setelah sekian lama berinteraksi di Facebook, baik melalui update status, sharing foto dan chatting, mereka semakin akrab. Bahkan sudah mengatakan saling suka dan bertukar kata-kata mesra. Sang lelaki telah memperkenalkan keluarganya kepada Y melalui foto yang diupload di Facebook dan mereka selalu online bersama. Tampaknya tidak lama lagi sang lelaki akan ke Indonesia untuk menikahi Y dan mungkin membawanya tinggal di Timur Tengah.


Fenomena Y, mungkin satu dari sejuta kejadian yang sama yang terjadi di Facebook. Jauh sebelumnya, sebelum Facebook seterkenal sekarang,  teman kantor menceritakan kepada saya, temannya menikah dengan seseorang yang dikenalnya melalui Facebook. Tampaknya Facebook bisa menjadi sebagai sarana untuk mencari selingkuh dan jodoh?

Tampaknya bisa. Sebuah survei yang dilakukan oleh majalah pria dewasa Men’s Health sebagaimana beritakan oleh kompas.com memperlihatkan hasil yang cukup mencengangkan. Menurut survei yang dilakukan terhadap 1.377 pria dan 1.540 wanita tersebut, 70% responden menggunakan Facebook untuk menggoda orang lain. Kriteria menggoda di sini mungkin dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya mengkamuflase status dari Married ke Single atau Complicated. Memasang foto yang menarik perhatian lawan jenis dan melakukan chat yang intim.

Dengan menggoda orang lain, bagi mereka yang benar-benar masih lajang, tentu saja bisa memperoleh pasangan seperti yang dialami banyak orang. Bagi mereka yang sudah bersuami, sudah beristri atau dalam kondisi hubungan tidak menentu tentu saja bisa memperoleh selingkuhan.

Dari survei tersebut juga terungkap bahwa 59% dari yang disurvei (mayoritas wanita) mengaku cemburu dengan apa yang dilakukan pasangannya di Facebook. Survei juga menunjukkan modus terjadinya perselingkuhan mulai dari saling berkomentar di status dan foto yang diupload, melakukan chatting , dan kemudian membuat janji untuk bertemu di suatu tempat. Banyak dari pengguna Facebook untuk bisa melakukan perselingkuhan menutupi status mereka, dengan mengaku masih lajang dan tidak menyebutkan status hubungan di dalam profil.

Berkaca dari hasil survei tersebut tentunya ada sisi positif dan negatifnya berinteraksi di Facebook terutama dalam hal hubungan. Bagi mereka yang benar-benar masih lajang, Facebook dapat dijadikan sarana untuk mencari jodoh. Dalam hal ini kejujuran sangat penting. Umumnya karena dunia digital dan tidak bertatap muka secara langsung, banyak orang yang terdorong untuk melebih-lebihkan kemampuan dan kondisi mereka. Dalam berbagai kesempatan, hubungan yang dilakukan melalui dunia maya ini berpotensi untuk saling menipu. Oleh karena itu sangat disarankan kalaupun mencari jodoh di Facebook haruslah dari orang yang telah dikenal dekat sebelumnya. Hal ini pun sebenarnya belum bisa menutup kemungkinan tertipu karena sekali lagi, dunia maya bukanlah dunia nyata.

Dalam mencari jodoh di Facebook ini  sangat terbuka kemungkinan terjadinya penipuan karena Facebook dikenal luas dengan pola pertemanan global. Artinya anda bisa berkenalan dengan siapa saja, meskipun dengan penipu yang mengaku orang baik-baik dan mengaku sedang mencari jodoh. Bagi mereka yang kebelet ingin segera memiliki pasangan, janda yang  ingin menikah kembali, namun tidak cukup waktu untuk berinteraksi di dunia nyata untuk mencari jodoh, tentunya Facebook menjadi jawaban instan atas keinginan tersebut. Nah, jika tidak hati-hati, akan banyak sekali penjahat yang ada di Facebook yang kerjanya menipu pengguna Facebook yang tidak teliti dan tidak sabaran ini.

Beberapa waktu yang lalu, dua orang perempuan paruh baya ditipu oleh   orang asal Nigeria yang mengaku sebagai pria paruh baya yang sedang mencari jodoh. Pria Nigeria ini menurut Kepala Satuan Reserse Cyber Crime Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya AKBP Hermawan, mengincar para janda kaya. Kerugian yang dialami perempuan tersebut mencapai miliaran rupiah.

Di sisi negatifnya, Facebook membuka kemungkinan untuk mencari selingkuh online. Terkadang selingkuh online ini tidak disadari karena setiap hari dilakukan dan menjadi kebiasaan. Misalnya banyak orang saat ini lebih suka membuka Facebook dibandingkan berinetraksi dengan pasangan mereka.  Sering mengucapkan kata-kata mesra kepada lawan jenis di Facebook, yang awalnya sedikit janggal untuk diucapkan, kemudian menjadi biasa karena sudah sering dipraktikkan. Banyak pengguna Facebook yang tahan berlama-lama chatting dengan kenalan mereka di Facebook, padahal mereka sendiri memiliki pasangan.

Terkadang selingkuh online menjadi selingkuh di dunia nyata, ketika setelah tidak puas hanya intim di dunia maya, mereka terdorong untuk membuat janji bertemu di suatu tempat rahasia yang tentu saja dirahasiakan kepada pasangan masing-masing. Kemungkinan untuk selingkuh di dunia nyata ini akan makin besar jika kondisi hubungan dengan pasangan resmi tidak dalam kondisi yang terlalu baik.
Survei Men’s Health menyebutkan kemungkina selingkuh melalui Facebook cukup besar. Sebanyak 32% responden wanita  mengakui mereka mencoba berhubungan kembali dengan mantannya melalui Facebook padahal 16% dari wanita ini sebenarnya sudah berstatus sedang menjalin hubungan dengan orang lain.  Pria juga demikian, sebanyak 36% dari yang disurvei mengaku  mencoba kembali hubungan dengan mantannya.

Akibat selingkuh tersebut, tentu pasangan mengalami perceraian. Di Amerika Serikat, sebagaimana ditemukan oleh sebuah survei lain menunjukkan bahwa 1 dari 5 perceraian yang terjadi disebabkan oleh Facebook. Di Indonesia sendiri survei serupa belum pernah diadakan (beritahu kalau sudah ada). Jika ada angkanya tidak akan jauh dari yang ditemukan di AS karena jumlah pengguna Facebook Indonesia yang nomor dua di seluruh dunia.

BukBer, Berbagi Bersama Blue Bird Group dan Rumah Harapan

BukBer Blue Bird Group Di sela-sela kesibukan, dua hari yang lalu saya sempatkan untuk hadir di Buka Bersama (BukBer) Blue Bird Group y...